Rabu, 06 Januari 2010

GUSDURmu, GUSDURku, GUSDUR kita semua…



Gus…
Tawamu yang khas kini tiada lagi
Candamu yang segar tak dapat lagi kudengar
Sepak terjangmu yang unik tak lagi bisa kutemui
“Gitu aja kok repot” selalu rindu tuk kudengar

Siapakah engkau Gus?
Siapakah yang engkau bela?
Apakah yang engkau perjuangkan?
di balik tubuh rapuhmu itu…

Saat hak-hak etnis Tionghoa dipasung selama 32 tahun, Engkau menjadi pembela mereka dan menjadi bagian dari mereka …
Saat gereja-gereja dirusak dan aksi pengobaman gereja menjadi terror yang mengerikan, engkau kirimkan satuan pengamanan…
Saat Inul Daratista dikecam, dimaki dan dikatakan sebagai perusak moral bangsa ini, engkau berfoto bersamanya dan menjadi pembelanya…
Saat Ahmadiyah dimusuhi dan hendak dihancurkan secara anarkis, engkau berada pada barisan terdepan untuk mengamankan mereka…
Saat kondisi politik begitu mencekam, engkau menjadi bapak bangsa yang dapat menjembatani mereka semua…

Darimu, kami belajar melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda…
Darimu, kami belajar melihat sesuatu lebih dalam dan lebih esensi…
Darimu, kami belajar menerapkan kasih yang universal tanpa terbatasi oleh tradisi dan agama…
Engkau menjembatani semua perbedaan kami, engkau bapa bagi semua agama dan suku dan kelompok apapun yang ada di bangsa ini…

Kini, engkau telah tiada…
Kepergianmu terlalu pagi bagi bangsa yang masih membangun ini…
Bangsa yang terlalu mudah tercerai berai karena perbedaan, apalagi soal agama…
Kepergianmu masih meninggalkan lubang menganga yang entah kapan segera dapat terisi…
Kepergianmu menjadi luka bagi kami, bagi bangsa ini, bagi kemanusiaan dan bagi dunia ini…
Semua komponen bangsa menangisi kepergianmu…
Islam, Kristen,Katholik, Hindu, Budha, Konghuchu, Etnis tionghoa…
Semua partai politik yang terbiasa berbeda pendapat, termasuk Presiden sekalipun kini satu suara mengusung engkau sebagai “PAHLAWAN NASIONAL”
Selamat jalan PAHLAWAN kami, Selamat jalan BAPAK PLURALISME…
Pengabdianmu bagi bangsa ini kan selalu kami kenang…
Kalau India memiliki “MAHATMA GANDHI”, bangsa ini memiliki “GUSDUR”

(Rasul Paulus berkata “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,
dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH”)


ditulis pada hari Kamis, 7 Januari 2010,pukul 13.00
sebagai penghormatan kepada GusDur
yang telah menyatakan “iman”nya dengan “kasih yang nyata”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar