
Bola matanya mulai memerah…
Dan terbalik seperti ke-setan-nan
Kata-kata kasar nan seronok keluar dari mulutnya…
Memaki maki tiada henti
Hingga Yang Kuasa menjadi korbannya
Gaduh tiada terkira
Perabot yang diam pun menjadi sasaran kemarahannya…Hancur berantakan!
Terkadang pula pukulan dan tamparan…
Sampai terdengar isakan tangis…
Dan sesekali kata-kata pembalasan…
Bocah itu terdiam seribu bahasa…
Air matapun menetes di pipinya…
Tidak tau lagi kemana ia harus meminta pertolongan
Hanya tangisan dan doa yang diucapkannya…
Agar semuanya segera berakhir
Tapi terkadang ia tak kuasa…
Dan mencari jalan pintas untuk mengakhiri semuanya
Hingga perlawanan yang ia berikan…
Untuk membela yang lemah dan tertindas…
Mata, telinga dan otak mungil si anak kecil itu terus merekam…
Hingga kebencian, ketakutan, dan pemberontakan menguasainya…
Semua tertuju pada sosok yang salah…
Tapi apa bedanya bagi bocah kecil ini…
Hingga lingkungan yang salah yang menjadi sahabat karibnya…
Sampai suatu ketika Yang Maha Kuasa menghampirinya…
Memeluknya erat-erat…
Menjadi satu-satunya Pribadi yang peduli…
Menyatakan kasihNya yang tak bersyarat…
Mengobati luka-luka masa lalunya…
Luka yang lebar dan dalam…
Yang membutuhkan waktu penyembuhan..
Dan perih sakit tiada terkira.
Hingga….
Perlahan luka-luka itu mulai mengering dan sembuh…
Dan kini…
Ia telah mampu berdoa dengan ketulusan.
Semoga sosok tersebut segera sembuh
Sembuh dari luka-luka masa lalu dan dendam yang menguasainya.
Di usianya yang telah senja
Untuk sejenak melihat dunia yang berbeda
Dunia yang penuh dengan keagungan Sang Pencipta
Oooooh indahnya……………
Ketika kita melihat dunia ini dengan kacamata kasihNya
Dan hanya Tuhan yang sanggup melakukannya
Semoga…
Dan terbalik seperti ke-setan-nan
Kata-kata kasar nan seronok keluar dari mulutnya…
Memaki maki tiada henti
Hingga Yang Kuasa menjadi korbannya
Gaduh tiada terkira
Perabot yang diam pun menjadi sasaran kemarahannya…Hancur berantakan!
Terkadang pula pukulan dan tamparan…
Sampai terdengar isakan tangis…
Dan sesekali kata-kata pembalasan…
Bocah itu terdiam seribu bahasa…
Air matapun menetes di pipinya…
Tidak tau lagi kemana ia harus meminta pertolongan
Hanya tangisan dan doa yang diucapkannya…
Agar semuanya segera berakhir
Tapi terkadang ia tak kuasa…
Dan mencari jalan pintas untuk mengakhiri semuanya
Hingga perlawanan yang ia berikan…
Untuk membela yang lemah dan tertindas…
Mata, telinga dan otak mungil si anak kecil itu terus merekam…
Hingga kebencian, ketakutan, dan pemberontakan menguasainya…
Semua tertuju pada sosok yang salah…
Tapi apa bedanya bagi bocah kecil ini…
Hingga lingkungan yang salah yang menjadi sahabat karibnya…
Sampai suatu ketika Yang Maha Kuasa menghampirinya…
Memeluknya erat-erat…
Menjadi satu-satunya Pribadi yang peduli…
Menyatakan kasihNya yang tak bersyarat…
Mengobati luka-luka masa lalunya…
Luka yang lebar dan dalam…
Yang membutuhkan waktu penyembuhan..
Dan perih sakit tiada terkira.
Hingga….
Perlahan luka-luka itu mulai mengering dan sembuh…
Dan kini…
Ia telah mampu berdoa dengan ketulusan.
Semoga sosok tersebut segera sembuh
Sembuh dari luka-luka masa lalu dan dendam yang menguasainya.
Di usianya yang telah senja
Untuk sejenak melihat dunia yang berbeda
Dunia yang penuh dengan keagungan Sang Pencipta
Oooooh indahnya……………
Ketika kita melihat dunia ini dengan kacamata kasihNya
Dan hanya Tuhan yang sanggup melakukannya
Semoga…

Ditulis dari kisah seorang sahabat
Sebagai doa untuknya…
Jakarta, 28 Agustus 2010, pukul 19.00

